Senin, 24 Oktober 2016

Untuk Para Pejuang Beasiswa



Untuk Para Pejuang Beasiswa, Semangat Berjuang, Teman!

Selamat pagi para Readers, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga Tuhan selalu memberikanmu kebahagiaan dan nikmat yang tak ternilai untuk hari ini, esok, dan seterusnya.

Kalian tahu nggak sih apa itu Beasiswa? Beasiswa adalah pemberian berupa bantuan keuangan yang diberikan kepada perseorangan yang bertujuan untuk digunakan demi kelangsungan pendidikan yang ditempuh.Beasiwa dapat diberikan oleh lembaga pemerintah ataupun dari yayasan. Beasiswa ditujukan  untuk mereka yang berprestasi dalam bidang akademik maupun non akademik. Selain itu beasiwa diberikan pula kepada mereka yang dari segi ekonomi kurang mencukupi atau diberikan kepada mereka yang berada di daerah terpencil yang sulit untuk mengenyam bangku pendidikan. Ini merupakan suatu apresiasi tersendiri untuk kalian yang bisa mendapatkan beasiswa.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa, banyak jalan menju Roma. Pepatah ini memberikan pesan kepada kita bahwa banyak cara untuk mencapai sebuah tujuan. Kuncinya adalah memiliki niat yang kuat, keinginan, cita-cita, dan mau berusaha. Buat kalian yang mungkin tak ingin lagi merepotkan kedua orang tua karena biaya pendidikan yang tidak murah khususnya untuk yang dibangku perkuliahan nih, kan banyak sekarang djumpai beasiwa. Biasanya itu dibuka pada awal semester, kalian bisa cari-cari infonya. Selain kamu bisa mandiri, kamu gak perlu harus minta uang terus ke orang tua terus lumayan bisa tambah saku jajan kalian juga. Kesempatan gak selalu datang dua kali. Buat yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), jangan khawatir banyak juga kok program beasiwa yang diberikan oleh pemerintah. Kalian sering-sering aja tanya ke bagian KomInfo atau tanya aja deh ke wali kelas atau siapapun, Bapak/Ibu guru disekolah yang sekiranya bisa membantumu. Jangan perlu malu bertanya untuk kebaikan teman. Tahu kan pepatah bilang, malu bertanya sesat dijalan. Ya itu dia ibaratnya jika kita ingin bisa maju, kita harus berusaha dan jangan lupa berdoa. Itu kunci utamanya.
Oke, kita sekarang asuk tips agar kamu bisa dapetin beasiswa.

Tips pertama : Lihat peluang yang ada
Bagi kamu yang sudah menjadi mahasiswa,kamu harus aktif dan jeli nih memperhatikan peluang. Sering-seringin aja datang ke TU, tanya-tanya seputar beasiswa. Jika ada manfaatkan peluang tersebut, jika tidak ada kalian bisa cari diluar kampus dari pemerintah maupun perusahaan swasta. Jika kamu mendapat kabar beasiwa dari pemerintah, cepet-cepet deh kalian daftarkan diri jangan sampai kehabisan kuota, karena pemberian besiswa itu biasanya dibatasi. Ikuti alur dan syarat pendaftarannya. Tunjukkan semua prestasi yang pernah kamu raih, ini bisa dari segi akademik maupun kademik. Tujuannya agar kamu bisa diyakini bahwa kamu layak sebagai penerima beasiswa tersebut.

Tips kedua : Rajin belajar
Ini adalah tips yang paling terpenting. Semakin banyak orang belajar, maka semakin banyak pula pengetahuan yang ia dapatkan. Ini penting banget nih buat kalian yang sudah masuk di Perguruan Tingi. Kan banyak juga tu pasti beasiswa yang di adakan di kampusmu. Tunjuukan kalau kamu mampu dan bisa menjadi mahasiswa yang berprestasi. Luangkan waktumu sejenak untuk membaca-baca buku, sering-sering kunjungi perpustakaan. Ini bukan soal sok rajin atau bukan, tapi daripda waktumu kesita untuk main atau hal yang kurang bermanfaat kalian bisa gunakan waktumu untuk membaca.

Tips ke tiga : Aktif dalam berorganisasi
Aktiflah dalam segala kegiatan maupun organisasi yang ada di sekolah ataupun kampusmu. Dengan ini kamu akan lebih mengetahui info-info tentang berita yang bisa membantumu. Dengan aktif di berbagai kegiatan kalian juga bisa menambah pengalaman dalam berorganisai, menambah teman, menambah kemandirianmu dalam menyelesaikan masalah, memiliki jiwa berani tampil di depan banyak orang, dan masih banyak lagi. Jadi, ini sangat mendukung sekali dalam pembentukan pribadimu.

Tips ke empat : Rajin buka website
Nah, tips yang ketiga ini paling mudah,paling bisa kalian akses dimanapun. Anak zaman sekarang mana sih yang gak tahu menaun soal internet?kalian semua pasti tahu dan mengerti. Semakin bertambahnya tahun, teknologi semakin canggih. Jadi, kalian juga harus bisa tu ngikutin perkembangan zaman. Selain itu kalian juga harus bisa menyaring mana hal yang positif dan mana yang negatif. Jangan pernah mencontoh sekiranya itu tidak baik atau merusak masa depan kalian. Manfaatkan teknologi yang ada untuk cari informasi penting, misal info beasiswa atau yang lainnya. Sekarang  apapun diakses lewat media online, maka dari itu kalian harus selalu update dan rajin buka website.

Baiklah teman, jadi bagaimana sudah ada pencerahan bagaimana cara mendapatkan beasiswa? Jika sudah silahkan ikuti langkah-langkah selanjutnya dan semoga berhasil! Semangat........

Jumat, 23 November 2012


Si Malin Kundang

Dahulu kala di Padang Sumatera Barat tepatnya di Perkampungan Pantai Air Manis ada seorang janda bernama Mande Rubayah. Ia mempunyai seorang anak laki-laki bernama Malin Kundang. Malin sangat disayang oleh ibunya, karena sejak kecil Malin Kundang sudah ditinggal mati oleh ayahnya.



Malin dan ibunya tinggal di perkampungan nalayan. Ibunya suah tua ia hanya bekerja sebagai penjual kue. Pada suatu hari Malin jatuh sakit. Tubuhnya mendadak panas sekali. Mande Rubayah tentu saja sangat bingung. Tidak pernah Malin jatuh sakit seperti ini. Mande Rubayah berusaha sekuatnya unuk mengabobati Malin dengan mendatangkan tabib.

Nyawa Malin yang hampir melayang itu akhirnya dapat diselamatkan berkat usaha keras ibunya. Setelah sembuh dari sakitnya ia makin disayang. Demikianlah Mande Rubayah sangat menyayangi anaknya. Sebaliknya Malin juga amat sayang kepada ibunya.

Ketika sudah dewasa, Malin berpamitan kepada ibunya untuk pergi merantau. Pada saat itu memang ada kapal besar yang merapat di Pantai Air Manis.

“Bu, ini kesempatan yang baik bagi saya,” kata Malin. “Belum tentu setahun sekali ada kapal besar merapat di pantai ini. Saya berjanji akan merubah nasib kita sehingga kita akan menjadi kaya raya.”

Meski dengan berat hati akhirnya Mande Rubayah mengijinkan anaknya pergi. Malin dibekali dengan nasi berbungkus daun pisang sebanyak tujuh bungkus.

Hari-hari berlalu terasa lambat bagi Mande Rubayah. Setiap pagi dan sore Mande Rubayah memandang ke laut. Ia bertanya-tanya dalam hati, sampai di manakah anaknya kini? Jika ada ombak dan badai besar menghempas ke pantai, dadanya berdebar-debar. Ia mengadahkan kedua tangannya ke aas sembari berdo’a agar anaknya selamat dalam pelayaran. Jika ada kapal yang datang merapat ia selalu menanyakan kabar tentang anaknya. Tetapi semua awak kapal atau nahkoda tidak pernah memberikan jawaban yang memuaskan. Malin tidak pernah menitipkan barang atau pesan apapun kepada ibunya.

Itulah yang dilakukan Mande Rubayah setiap hari selama bertahun-tahun. Tubuhnya semakin tua dimakan usia. Jika berjalan ia mulai terbungkuk-bungkuk.

Pada suatu hari Mande Rubayah mendapat kabar dari nakhoda yang dulu membawa Malin bahwa sekarang malin telah menikah dengan seorang gadis cantik putri seorang bangsawan kaya raya. Ia turut gembira mendengar kabar itu. Ia selalu berdo’a agar anaknya selamat dan segera kembali menjenguknya.

“Ibu sudah tua Malin, kapan kau pulang...” rintih MANDE RUBAYAH tiap malam.

Namun hingga berbulan – bulan semenjak ia menerima kabar malin belum juga datang menengoknya. Namun ia yakin bahwa pada suatu saat Malin pasti akan kembali.

Harapannya terkabul. Pada suatu hari yang cerah dari kejauhan tampak sebuah kapal yang indah berlayar menuju pantai. Kapal itu megah dan bertingkat – tingkat. Orang kampung mengira kapal itu milik seorang sultan atau seorang pangeran. Mereka menyambutnya dengan gembira.

Ketika kapal itu mulai merapat, tampak sepasang muda mudi berdiri di anjungan. Pakaian mereka berkilauan terkena sinar matahari. Wajah mereka cerah dihiasi senyum. Mereka nampak bahagia karena disambut dengan meriah.

Mande Rubayah ikut berdesakan melihat dan mendekati kapal. Jantungnya berdebar keras. Dia sangat yakin sekali bahwa lelaki muda itu adalah anak kesayangannya si Malin Kundang.

Belum lagi tetua desa sempat menyambut, Ibu Malin terlebih dahulu menghampiri Malin. Ia langsung memeluk malin erat – erat. Seolah takut kehilangan anaknya lagi.

“Malin, anakku,” katanya menahan isak tangis karena gembira.

“Mengapa begitu lamanya kau tidak memberi kabar?”

Malin terpana karena dipeluk wanita tua renta yang berpakaian compang – camping itu. Ia tak percaya bahwa wanita itu adalah ibunya. Seingat Malin, ibunya adalah seorang wanita berbadan tegar yang kuat menggendongnya kemana saja. Sebelum dia sempat berpikir dengan tenang, istrinya yang cantik itu meludah sambil berkata, “Cuih! Wanita buruk inikah ibumu? Mengapa kau membohongi aku?”

lalu dia meludah lagi. “Bukankah dulu kau katakan ibumu adalah seorang bangsawan sederajad dengan kami?”

Mendengar kata – kata istrinya, Malin Kundang mendorong wanita itu hingga terguling ke pasir. Mande Rubayah hampir tidak percaya pada perikau anaknya, ia jatuh terduduk sambil berkata, “Malin, Malin, anakku. Aku ini ibumu, nak!”

Malin Kundang tidak menghiraukan perkataan ibunya. Pikirannya kacau karena ucapan istrinya. Seandainya wanita itu benar ibunya, dia tidak akan mengakuinya. Ia malu kepada istrinya. Melihat wanita itu beringsut hendak memeluk kakinya, Malin menendangnya sambil berkata, “Hai, perempuan tua! Ibuku tidak seperti engkau! Melarat dan dekil!”

Wanita tua itu terkapar di pasir. Orang banyak terpana dan kemudian pulang ke rumah masing-masing. Tak disangka Malin yang dulu disayangi tega berbuat demikian. Mande Rubayah pingsan dan terbaring sendiri. Ketika ia sadar, Pantai Air Manis sudah sepi. Dilaut dilihatnya kapal Malin semakin menjauh. Hatinya perih seperti ditusuk-tusuk. Tangannya ditadahkannya ke langit. Ia kemudian berseru dengan hatinya yang pilu, “Ya, Allah Yang Maha Kuasa, kalau dia bukan anakku, aku maafkan perbuatannya tadi. Tapi kalau memang dia benar anakku, Malin Kundang, aku mohon keadilan-Mu, Ya Tuhan ...!”

Tidak lama kemudian cuaca di tengah laut yang tadinya cerah, mendadak berubah menjadi gelap. Hujan tiba-tiba turun dengan teramat lebatnya. Entah bagaimana awalnya tiba-tiba datanglah badai besar. Menghantam kapal malin kundang. Disusul sambaran petir yang menggelegar. Seketika kapal itu hancur berkeping-keping. Kemudian terhempas ombak hingga ke pantai.

Ketika mathari pagi memancarkan sinarnya, badai telah reda. Di kaki bukit terlihat kepingan kapal yang telah menjadi batu. Itulah kapal Malin Kundang. Tak jauh dari tempat itu nampak sebongkah batu yang menyerupai tubuh manusia. Konon itulah tubuh Malin Kundang anak durhaka yang kena kutuk ibunya menjadi batu. Disela-sela batu itu berenang-renang ikan teri, ikan belanak dan ikan tengiri. Konon, ikan itu berasal dari serpihan tubuh sang istri yang terus mencari Malin Kundang.

Demikianlah sampai sekarang jika ada ombak besar menghantam batu-batu yang mirip kapal dan manusia itu, terdengar bunyi seperti lolongan jeritan manusia. Sungguh memilukan kedengarannya. Kadang-kadang bunyinya seperti orang meratap menyesali diri. “Ampuuuun, Bu ... ! Ampuuuun... Buuuuu ... !” konon itulah suara si Malin Kundang.

Orang yang durhaka kepada orang tuanya terutama kepada ibunya, orang tersebut tidak akan bisa masuk surga kecuali setelah mendapat pengampunan dari ibunya.



INDAHNYA ALAM NEGERI INI

Puisi Ronny Maharianto

Kicauan burung terdengar merdu
Menandakan adanya hari baru
Indahnya alam ini membuatku terpaku
Seperti dunia hanya untuk diriku

Kupejamkan mataku sejenak
Kurentangkan tanganku sejenak
Sejuk , tenang , senang kurasakan
Membuatku seperti melayang kegirangan        

Wahai pencipta alam
Kekagumanku sulit untuk kupendam
Dari siang hingga malam
Pesonanya tak pernah padam

Desiran angin yang berirama di pegunungan 
Tumbuhan yang menari-nari di pegunungan
Begitu indah rasanya
Bak indahnya taman di surga

Keindahan alam terasa sempurna
Membuat semua orang terpana
Membuat semua orang terkesima
Tetapi, kita harus menjaganya
Agar keindahannya takkan pernah sirna
copas dari:
www.lokerpuisi.web.id/2011/11/kumpulan-puisi-alam.html



contoh Rumus


Rumus Empiris dan Molekul

Rumus empiris adalah rumus yang paling sederhana dari suatu senyawa. Rumus ini hanya menyatakan perbandingan jumlah atau atom-atom yang terdapat dalam molekul.
Rumus empiris suatu senyawa dapat ditentukan apabila diketauhi salah satu:
-massa dan   masing-masing unsurnya
-% massa dan    masing-masing unsurnya
-perbandingan massa dan    masing-masing unsurnya
Rumus molekul: bila rumus empirisnya sudah diketahui  dan    juga diketahui maka rumus molekulnya dapat ditentukan.
Contoh:
Untuk mengoksidasi 20 ml suatu
8 hidrokarbon ( ) dalam keadaan as diperlukan oksigen sebanyak 100 ml dan dihasilkan  sebanyak 60 ml. Tentukan rumus molekul hidrokarbon tersebut:
Jawab:
Persamaan reaksi pembakaran hidrokarbon secara umum
 (g) + (× + ¼ y)  (g)→ ×  (g) + ½ y  (I)
Koefisien reaksi menunjukkan perbandingan mol zat-zat yang terlibat dalam reaksi.
Menurut Gay Lussac gas-gas pada p, t yang sama, jumlah mol berbanding lurus dengan volumenya.
4. Simpanlah file anda dengan nama latihan 9
5. Tutuplah window Microsoft word anda